Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah yang telah mengutus Nabi Muhammad ﷺ sebagai rahmat bagi seluruh alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada beliau, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, Rasulullah ﷺ pernah berdoa memohon tiga hal kepada Allah:
- Agar umatnya tidak dibinasakan dengan bencana besar seperti umat-umat terdahulu.
- Agar umatnya tidak dikuasai musuh dari luar hingga hancur total.
- Agar umatnya tidak saling berselisih dan berpecah belah.
Dua permintaan pertama dikabulkan Allah, tetapi yang ketiga tidak. Perbedaan pendapat adalah sunnatullah, sesuatu yang pasti terjadi dalam kehidupan manusia.
Makna Perbedaan Rasulullah ﷺ bersabda: “Perbedaan di antara umatku adalah rahmat.” (Hadis ini diriwayatkan dalam berbagai kitab, meski sebagian ulama menilai sanadnya lemah, namun maknanya benar adanya).
Bahkan dalam peristiwa menuju Bani Quraizhah, sebagian sahabat shalat Ashar di perjalanan, sebagian menundanya hingga tiba di sana. Rasulullah ﷺ tidak menyalahkan keduanya, karena masing-masing berijtihad dengan niat ikhlas.
Bahaya Perpecahan Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah datang kepada mereka keterangan yang jelas.” (QS. Ali Imran: 105)
Perbedaan yang sehat melahirkan rahmat, tetapi perpecahan melahirkan permusuhan.
Analogi sederhana: perbedaan itu seperti warna-warni bunga di taman, indah bila saling melengkapi. Tetapi bila masing-masing bunga ingin menguasai, taman akan rusak.
Sikap yang Diajarkan Rasulullah
Menghormati pendapat orang lain. Rasulullah ﷺ selalu mendengar sahabatnya, bahkan dalam urusan strategi perang.
Menjaga ukhuwah. Beliau menekankan bahwa sesama muslim adalah saudara. Dalam hadis disebutkan: “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya disakiti.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Berpegang pada pokok agama. Dalam hal-hal prinsip seperti tauhid, shalat, zakat, puasa, dan haji, umat harus bersatu.
Pelajaran untuk Kita Di zaman sekarang, perbedaan sering muncul dalam bentuk pilihan politik, organisasi, bahkan cara beribadah. Jangan sampai perbedaan itu membuat kita saling membenci. Ingatlah doa Rasulullah ﷺ: beliau ingin umatnya bersatu, tetapi Allah menetapkan bahwa perbedaan pasti ada. Maka tugas kita adalah menjadikan perbedaan sebagai rahmat, bukan sumber perpecahan.
Saudara-saudaraku, mari kita renungkan: Rasulullah ﷺ sudah mengingatkan bahwa perbedaan adalah keniscayaan. Yang penting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan akhlak mulia.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10)
Semoga Allah menjadikan kita umat yang rukun, damai, dan saling menghormati dalam perbedaan. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.