🕌 Naskah Kultum Kuliah Subuh
Pembukaan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberi kita nikmat iman dan Islam. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan umat beliau hingga akhir zaman.
Saudara-saudaraku, pagi ini mari kita dengarkan sebuah kisah inspiratif dari sahabat Nabi yang bernama Urwah Al-Bariqi, tentang 1 dinar yang penuh keberkahan.
Suatu hari Rasulullah ﷺ memberikan 1 dinar kepada Urwah Al-Bariqi untuk membeli seekor kambing. Dengan kecerdikan dan kejujuran, Urwah berhasil membeli dua ekor kambing. Lalu ia menjual satu ekor seharga 1 dinar, sehingga ia kembali kepada Rasulullah dengan membawa seekor kambing dan tetap 1 dinar utuh.
Melihat hal itu, Rasulullah ﷺ tersenyum dan berdoa: "Ya Allah, berkahilah setiap transaksi Urwah."
Doa Nabi ini benar-benar menjadi kenyataan. Urwah kemudian dikenal sebagai sahabat yang sukses dalam perdagangan, namun tetap amanah dan jujur.
Bayangkan, saudara-saudaraku…
Seorang pedagang kecil di pasar diberi modal Rp100.000 untuk membeli barang dagangan. Dengan kecerdikan, ia bisa membeli lebih banyak barang, lalu menjual sebagian sehingga modal tetap utuh, barang masih ada, dan keuntungan pun diperoleh.Atau seorang guru yang diberi amanah membuat bahan ajar. Ia tidak hanya membuat satu versi, tetapi dengan kreativitasnya ia menghasilkan dua versi: satu untuk kelas reguler, satu untuk kelas tambahan. Hasilnya lebih bermanfaat, lebih banyak murid terbantu, dan keberkahan pun bertambah.
Inilah yang disebut berkah: sesuatu yang tampak kecil, tetapi manfaatnya meluas dan terasa cukup.
Al-Qur’an: Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 261: "Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir; pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki." Ayat ini menunjukkan bahwa keberkahan bisa membuat sesuatu yang kecil menjadi berlipat ganda.Hadis: Rasulullah ﷺ bersabda: "Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang benar, dan para syuhada." (HR. Tirmidzi) Hadis ini menegaskan bahwa kejujuran dalam berdagang bukan hanya mendatangkan keuntungan, tetapi juga kedudukan mulia di sisi Allah.
Hikmah
- Kecerdikan harus dipadukan dengan kejujuran.
- Keberkahan lebih penting daripada sekadar keuntungan.
- Amanah membawa doa dan ridha Allah.
Penutup
Saudara-saudaraku, mari kita renungkan: dalam pekerjaan, perdagangan, atau amanah sehari-hari, jangan hanya mengejar keuntungan. Kejar juga keberkahan. Karena keberkahanlah yang membuat harta sedikit terasa cukup, pekerjaan ringan terasa nikmat, dan hidup sederhana terasa bahagia.
Semoga kita bisa meneladani sahabat Urwah Al-Bariqi, menjadi orang yang cerdas, jujur, dan selalu mencari keberkahan dalam setiap usaha.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.